Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi

 

1.     1.  Konsep lokasi dalam bauran  pemasaran

 Definisi saluran pemasaran menueut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium (2002: 558), saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalm proses untuk menjsdiksn produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi untuk perusahaan jasa Adrian Payne memberikan pengertian dan gambaran mengenai saluran distribusi dalm bukunya The Essence of Service Marketing (2001: 183) saluran distribusi merupakan jenis keputusan yang berhubungan dengan siapa yang berpartisipasi dalm penyampaian jasa, yaitu organisasi dan orang-orang. Saluran distribusi pada intinya adalah bagaimana perusahaan dalam hal ini produsen dari produk atau jasa yang dihasilkan, menyampaikan produk tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan, keingginan dan permintaan konsumen untuk dapat dikonsumsi dan digunakan.

Kegunaan Lokasi dan Saluran Distribusi

Bauran pemasaran selain produk adalah place, place adalah:

1. Lokasi

Lokasi dekakt dan jauh mempengaruhi biaya produksi

2. Saluran Distribusi

Suatu gabungan penjualan dan pembelian yang bekerja sama memproses, menggerakkan produk dan jasa dari produsen ke konsumen.

 Fungsi Saluran Distribusi

     Adapun menurut Philip Kotler dalma bukunya Manajemen Pemasaran, Edisi Mellenium (2002: 559) anggota saluran pemasaran melaksanakan sejumlah fungsi utama:

1.      Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun potensial dalam lingkungan pemasaran

2.      Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasive untuk merangsang pembelian

3.      Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain

4.      Memperoleh dana yang lebih besar

5.      Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanan fungsi saluran pemasaran tersebut

6.      Mengatasi transfer kepemilikan actual dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang kepada organisasi atau orang yang lain.

 Bentuk-Bentuk Saluran Distribusi

       Menurut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran, Edisi Mellenium (2002: 561) menyatakan bahwa bentuk-bentuk saluran dilihat dari banyaknya tahap perantara akan menentukan ukuran penjangnya suatu saluran, yaitu:

1.      Saluran level nol (disebut juga saluran pemasaran-langsung) terdiri dari perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir

2.      Saluran satu-level berisi satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor

3.      Saluran dua-level berisi dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya

4.      Saluran tiga-level berisi tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran Distribusi

        Penjelasan mengenai fakto-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi dijelaskan oleh William J. Stanton dalam bukunya Prinsip Pemasaran (1997: 83-86) terdiri dari:

1.      Pertimbangan-pertimbangan pasar

2.      Perimbangan-pertimbangan produk atau jasa

3.      Pertimbangan-pertimbangan perantara

4.      Pertimbangan-pertimbangan perusahaan

 Peranan Saluran Distribusi dalam Meningkatkan Volume Penjualan

     Saluran distribusi dirancang dan dikelola oleh perusahaan untuk melaksanakan strategi pemasaran dan mencapi target penjualan yang diinginkan oleh perusahaan. Dalam hal ini diharapkan agar penjualan produk barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan dapt dijual lebih banyak sehingga laba perusahaan meningkat.

        Saluran distribusi mempunyai peranan yang besar dalam meningkatkan penjualan, karena penjualan dalam jumlah yang besar akan meningkatkan volume penjualan yang menjadi dasar perhitungan laba yang diterima oleh perusahaan. Menurut William J. Santos dalam bukunya Prinsip Pemasaran (1999: 104-106) menguraikan saluran distribusi:

1.      Meningkatkan pelayanan pelanggan

2.      Menurunkan biaya distribusi

3.      Menimbulkan pertambahan volume penjualan

4.      Menciptakan manfaat waktu dan tempat

5.      Menstabilkan harga

         Sedangkan menurut Djaslim Saladin dalam bukunya Intisari Pemasaran dan Unsur-unsur Pemasaran (1999: 127) menjelaskan peranan perantara seabagai saluran distribusi bagi perusahaan. Saluran distribusi mempunyai peran dalm memberikan keuntungan bagi produsen, dari sudut ekonomi, peranan dasar perantara pemasaran adlah mengubah bentuk suplai yang heterogenn menjadi berbagai barang dan jasa yang diinginkan oleh masyarakat.

     Dari berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan saluran distribusi mempunyai peranan yang besar dalm meningkatkan volume penjualan, dimulai dari efisiensi biaya yang dikeluarkan perusahaan hingga target perusahaan dalam meraih konsumen potensial untuk meningkatkan penjualan. Peranan mendasar dari sluran distribusi yang digunakan perusahaan adalh menjual produk atasu jasa yang dihasilkan perusahaan dalam jumlah yang lebih besar sehingga volume penjualan produk yang ditawarkan perusahaan meningkat.

2.      2. Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran

 

a.       Lingkungan Umum Lingkungan umum adalah lingkungan perusahaan yang secara tidak langsung mempengaruhi proses perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Faktorfaktor lingkungan umum yang mempengaruhi perusahaan terdiri dari: Lingkungan Politik, Lingkungan Ekonomi, Lingkungan Sosial, Lingkungan Kebudayaan, Lingkungan Pendidikan, Lingkungan Teknologi, Lingkungan Demografi, Lingkungan Hukum.

 

1.      Lingkungan Politik Yang dimaksud lingkungan politik adalah sebagai output yang berhubungan dengan berbagai peraturan hukum, perundangan dan kebijaksanaan negara dalam rangka mengatur dan melindungi tata kehidupan warganya. Perusahaan lembaga sosial yang hidup berkembang dalam masyarakat, maka tata kehidupan perusahaan pun tidak terlepas dari lingkungan politik negara. Hubungannya bersifat timbal balik dan saling mempengaruhi. Selain itu politik diartikan secara luas, sehingga juga meliputi tingkat pemusatan kekuatan politik, sifat organisasi politik, sistem partai, kesadaran masyarakat dalam bermasyarakat dan sebagainya.

 

2.      Lingkungan Ekonomi Yang dimaksud lingkungan ekonomi atau sistem ekonomi adalah suatu keseluruhan yang terorganisasikan yang terdiri dari berbagai aspek ekonomi dan unit-unit ekonomi dalam masyarakat yang mempengaruhi kebijakan perusahaan. Kembali kepada permasalahan dan sifat sistem, maka perusahaan tidak terlepas dari hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi terhadap lingkungan ekonomi. Faktor-faktor lingkungan ekonomi dapat disebutkan antara lain, berbagai bentuk perusahaan, sistem persaingan, tingkat harga dan lain-lain.

 

3.      Lingkungan Sosial Yang dimaksud dengan lingkungan sosial adalah suatu kesatuan yang menyeluruh yang meliputi nilai, sikap atau pendangan individu atau masyarakat dan struktur golongan yang ada pada masyarakat yang mempengaruhi atau kehidupan masyarakat khususnya perkembangan perusahaan.

 

4.      Lingkungan Kebudayaan Yang dimaksud dengan lingkungan kebudayaan adalah suatu kesatuan yang menyeluruh tentang hasil daya cipta dari suatu masyarakat baik yang berujud maupun tidak berujud yang mempengaruhi perkembangan perusahaan. Faktor-faktor lingkungan budaya tersebut seluruh hasil karya masyarakat seperti barang hasil produksi.

 

5.       Lingkungan Pendidikan Yang dimaksud lingkungan pendidikan adalah suatu keseluruhan, yang terorganisasikan dan terdiri dari pendidikan yang paling rendah sampai dengan level yang paling tinggi, termasuk di dalamnya pendidikan formal maupun non formal yang secara keseluruhan akan mempengaruhi perkembangan perusahaan, khususnya kemampuan dan kesadaran para karyawannya.

 

6.      Lingkungan Teknologi Yang dimaksud lingkungan teknologi adalah suatu kesatuan yang menyeluruh tentang pengetahuan tentang menciptakan dan meningkatkan daya guna suatu barang dan atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kenyataan perkembangan teknologi perubahannya sangat cepat dan pesat sehingga lingkungan teknologi sangat mempengaruhi perkembangan perusahaan, khususnya dalam proses produksi dan kegiatan operasional perusahaan lain.

 

7.      Lingkungan Demografi Lingkungan Demografi adalah suatu keseluruhan yang terorganisasikan tentang aspek kependudukan meliputi angkatan kerja, tingkat kelahiran, tingkat kematian, penyebaran penduduk, tingkat umur, jenis kelamin dan masih banyak aspek-aspek lainnya. Bagi perusahaan terutama dalam hubungannya dengan tenaga kerja, masalah urbanisasi yang sering terjadi dalam masyarakat industri.

 

8.      Lingkungan Hukum Yang dimaksud dengan lingkungan hukum adalah suatu keseluruhan yang terorganisasikan tentang berbagai aspek hukum seperti sistem hukum yang berlaku, khususnya aspek-aspek hukum yang menyangkut perkembangan perusahaan, peraturan khusus mengenai pembentukan dan pengawasan perusahaan serta masalah-masalah peraturan perundangan lingkungan hidup lainnya.

 

b.      Lingkungan Khusus Lingkungan khusus adalah lingkungan perusahaan yang secara langsung mempengaruhi proses perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Faktor-faktor lingkungan umum yang mempengaruhi perusahaan terdiri dari: Lingkungan Penyedia (Suplier), Lingkungan Pelanggan (Customer), Lingkungan Pesaing (Competition), Lingkungan Teknologi, Lingkungan Sosiopolitik.

1.       Lingkungan Penyedia (Suplier) Telah dikemukakan di atas bahwa lingkungan khusus secara langsung mempengaruhi proses perkembangan perusahaan. Lingkungan penyedia faktor-faktor produksi sangat menentukan mati hidup suatu perusahaan. Tanpa berhubungan dengan lingkungan ini perusahaan tidak akan mampu menjalankan operasinya. Penyedia ini meliputi penyedia bahan mentah, alat-alat, fasilitas lain dan tenaga kerja.

2.       Lingkungan Pelanggan (Customer) Yang dimaksud pelanggan adalah para pembeli dan atau pemakai hasil produksi perusahaan. Pelanggan secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu konsumen akhir dan pemakai industri. Pengelompokan pembeli dan atau pemakai ini lebih terperinci lagi dengan mempelajari manajemen marketing khususnya tentang berbagai jenis pasar dan saluran distribusi.

3.       Lingkungan Pesaing (Competition) Yang dimaksud pesaing adalah semua perusahaan yang sejenis, perusahaan yang memproduksi barang pengganti dan secara tidak langsung juga perusahaan-perusahaan lain yang kesemuannya menghendaki uang dari pelanggan. Lingkungan tidak hanya terdiri dari kesempatan-kesempatan tetapi juga tantangan atau ancaman. Pesaing sebagai ancaman atau tantangan harus dihadapi oleh perusahaan agar perusahaan dapat tetap hidup berkembang. Bahkan memungkinkan merubah tantangan atau ancaman menjadi kesempatan.

4.       Lingkungan Teknologi Yang dimaksud teknologi adalah suatu kesatuan yang menyeluruh tentang berbagai perkembangan teknik berproduksi. Perkembangan di sini dapat diartikan meningkatkan jumlah hasil produksi maupun suatu hasil produksi yang sesuai dengan selera dan kemampuan karyawan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

5.       Lingkungan Sosiopolitik Yang dimkasud dengan sosio politik adalah berbagai aspek kehidupan masyarakat dan peraturan pemerintah yang secara langsung mempengaruhi perkembangan perusahaan. Misalnya sikap masyarakat dan peraturan-peraturan pemerintah terhadap pendirian sebuah perusahaan baru. Dapat juga sikap masyarakat dan peraturan-peraturan pemerintah terhadap lingkungan hidup sekitar industri yang memperoleh dampak negatif (polusi, keracunan dan lain-lain). Tidak jauh berbeda dengan sifat lingkungan umum, faktor-faktor lingkungan khusus juga dapat berubah-ubah sesuai dengan jenis perusahaan dapat berbeda-beda bagi perusahaan yang satu dengan yang lainnya, tetapi secara keseluruhan faktor-faktor lingkungan khusus tersebut sangat menentukan mati hidup perusahaan. Untuk itu pengusaha harus tajam jauh ke depan dalam memandang dan menghadapi lingkungan khusus, agar perusahaan dapat berkembang.

 

3.    Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 Dalam Kegiatan Pemasaran

Penerapan K3 adalah sebagai usaha penjabaran Undang-Undang No.1 tahun 1970 dari peraturan K3 lainnya dalam melakukan perlindungan terhadap asset perusahaan baik sumberdaya manusia dan factor produksi lainnya. K3 sedah terintegrasi didalam semua fungsi perusahaan baik fungsi perencanaan, produksi dan pemasaran serta fungsi-fungsi lainnya yang ada dalam perusahaan.

Dasar pelaksanaan K3 sebagai berikut :

1)      Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.

2)      Setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu jaminan keselamatan.

3)      Setiap sumber-sumber produksi yang digunakan secara efisien dan efektif.

4)      Pengurus / Pimpinan perusahaan diwajibkan memenuhi dan mematuhi semua syarat-syarat dan ketentuan K3 yang berlaku pada perusahaan dan tempat kerja yang dijalankan.

5)  Setiap orang yang memasuki tempat kerja diwajibkan mentaati semua persyaratan K3.

6)      Tercapainya kecelakaan nihil.

 

4.      Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Pemilihan saluran distribusi secara tepat memang harus dilakukan sejak dalam rencana, untuk mendapatkan hasil yang akurat biasanya para pemasar akan melakukan survey ataupun riset terlebih dahulu. Beberapa bahan pertimbangan yang bisa dijadikan acuan untuk pemilihan saluran disitribusi ini misalnya sifat pembeli, sifat produk, sifat perantara, sifat pesaing dan lain sebagainya.

Kegunaan Saluran Distribusi:

●       Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun potensial dalam lingkungan pemasaran

●       Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasive untuk merangsang pembelian

●       Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain

●       Memperoleh dana yang lebih besar

●       Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanan fungsi saluran pemasaran tersebut

●       Mengatasi transfer kepemilikan actual dari suatu organisasi atau

 

5.      Jenis-jenis Saluran Distribusi

 

-       Saluran Distribusi Langsung

Produsen – Konsumen

Saluran Distribusi Langsung atau kadang disebut juga dengan Saluran Tingkat Nol yaitu saluran distribusi yang tidak memiliki tingkat perantara. Dalam kerangka kerja ini, produsen menjual barang dagangannya langsung ke pelanggan tanpa menggunakan perantara sama sekali.

-       Saluran Distribusi Tidak Langsung

Ketika produsen melibatkan perantara atau orang tengah untuk menjual produknya kepada pelanggan akhir, maka saluran distribusi yang digunakan ini disebut dengan saluran tidak langsung. Saluran tidak langsung dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu :

Saluran Satu Tingkat (One Level Channel)

Produsen – Pengecer – Konsumen

Saluran satu tingkat berisi satu perantara penjualan yaitu pihak pengecer (retailer). Pengecer membeli produk dari produsen dan kemudian menjualnya kepada pelanggan. Saluran distribusi satu tingkat berfungsi paling baik bagi produsen yang bergerak di bidang barang belanjaan seperti pakaian, sepatu, perabot rumah tangga, mainan dan lain-lainnya.

Saluran Dua Tingkat (Two Level Channel)

Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Pedagang besar atau grosir membeli produk secara massal dari produsen,kemudian membaginya menjadi paket-paket kecil dan menjualnya ke pengecer yang akhirnya menjual produk-produk tersebut kepada pelanggan akhir atau konsumen.

Saluran Tiga Tingkat (Three Level Channel)

Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Pelanggan

Saluran distribusi tiga tingkat melibatkan agen selain pedagang grosir dan pengecer yang membantu dalam penjualan produk. Agen-agen ini berguna ketika suatu produk perlu bergerak cepat ke pasar dengan segera setelah pesanan ditempatkan. Mereka diberi tugas untuk menangani distribusi produk di wilayah atau kabupaten tertentu dengan imbalan komisi persentase tertentu. Agen tersebut dapat dikategorikan menjadi super stockiest serta agen pembawa dan penerusan. Kedua agen ini menyimpan stok atas nama perusahaan. Stockist super membeli stok dari produsen dan menjualnya ke grosir dan pengecer di daerah mereka. Sedangkan agen pembawa dan penerusan bekerja berdasarkan komisi dan menyediakan gudang dan keahlian pengiriman untuk pemrosesan pesanan dan pengiriman jarak jauh. Produsen memilih saluran pemasaran tiga tingkat ketika basis pengguna tersebar di seluruh negeri dan permintaan produk sangat tinggi.

 

6.      Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Efektifitas mempunyai pengertian yaitu menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan atau dengan kata lain efektif dapat diartikan sebagai hasil yang diharapkan, semakin besar hasil yang diraih berarti semakin menjadi efektif. Untuk dapat mengetahui tingkat efektifitas antara saluran distribusi langsung dengan saluran distribusi tidak langsung, dapat dengan membandingkan biaya distribusi yang dikeluarkan dengan volume penjualan yang dihasilkan Suara Merdeka. Apabila hasil yang diperoleh dari pembagian biaya distribusi dengan volume penjualan didapat jumlah yang besar, maka saluran distribusi tersebut tidak efektif. Karena hal tersebut berarti untuk melakukan penjualan tiap eksemplar dibutuhkan biaya yang besar. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

-       Vertical marketing system (VMS)

-       Corporate VMS

-       Administered VMS

-       Contractual VMS

-       orizontal marketing system (HMS)

7.      Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi

Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi Tjiptono (2002:215) konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antarsaluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.

a. Konflik Horizontal Konflik ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:

1. Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis

2. Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda

Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.

b. Konflik Vertikal Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:

1. Konflik antara produsen dan pedagang grosir

2. Konflik antara produsen dan pengecer

Penyebab Konflik Saluran antara lain:

1.Ketidakselarasan tujuan

2. Peran dan hak yang tidak jelas

3. Perbedaan persepsi

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Segmenting Targeting and Positioning (STP)