MENGEVALUASI POTENSI DAN PELUANG EKSPOR
1.
Konsep Keunggulan Kompetitif dari Produk
Keunggulan kompetitif adalah suatu kondisi di mana
perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Perusahaan berhasil
menerapkan strategi penciptaan nilai. Keunggulan kompetitif tergantung pada
kecepatan pesaing untuk melampaui perusahaan. Kecepatan ini menentukan berapa
lama keunggulan kompetitif akan bertahan. Pesaing dapat memperoleh keterampilan
yang dibutuhkan untuk bersaing secara efektif.
Keunggulan
kompetitif berhubungan dengan manajemen strategis dari sebuah perusahaan yang
sedang dijalankan. Jika seseorang membeli produk kemudian produk tersebut
dibandingkan dengan produk pesaing lainnya, namun orang tersebut tetap memakai
produk pertama. Maka produk pertama tersebut memiliki keunggulan yang
kompetitif dibandingkan dengan produk pesaing. Pada keunggulan kompetitif tentu
memiliki fungsi penting yang ada yaitu :
a)
Bagi Perusahaan
Sebuah
perusahaan harus mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya saat memiliki
produk. Sehingga sebuah perusahaan mampu bertahan dan melakukan persaingan
bisnis dengan mewujudkan keunggulan yang kompetitif.
b)
Untuk Konsumen
Bagi
konsumen, dengan adanya keunggulan dari suatu produk atau layanan, maka
konsumen mendapatkan apa yang diharapkan selama ini (atau mungkin lebih). Bahwa
suatu produk dan jasa begitu bernilai dan sangat penting serta nilai guna
produk tersebut tidak sebanding dengan harga yang memang sudah
ditawarkan.
c)
Bagi Investor
Untuk
investor, keunggulan kompetitif pada suatu bisnis dijadikan sebagai alat ukur
serta tolak ukur dalam melakukan penilaian terhadap suatu bisnis.
Dalam
pengembangan usaha dalam perusahaan tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor
kunci untuk mencapai keunggulan yang kompetitif. Adapun faktor-faktor kunci
utama dalam industri ada empat, yaitu:
a.
Produk dan Kualitas Produk
Kualitas
produk adalah salah satu faktor penting yang diyakini menjadi alasan kesuksesan
dari perusahaan. Oleh karena itu mereka berusaha berkomitmen untuk menggunakan
bahan baku yang layak dan sesuai untuk digunakan dalam membuat produk.
b.
Kemasan
Dalam
membeli sebuah produk umumnya orang akan melihat apakah kemasan akan sebuah
produk itu menarik atau tidak. Bentuk kemasan yang menarik dan unik akan
berdampak terhadap peningkatan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan.
c.
Harga
Tingkat
pembelian juga dipengaruhi oleh penentuan harga jual suatu produk. Harga memang
identik dengan kualitas produk. Akan tetapi sekalipun kualitas produk baik bila
harga yang ditawarkan terlampau tinggi juga akan membuat perusahaan kesulitan
untuk melakukan penjualan.
d.
Kualitas
Dengan
adanya peningkatan inovasi terhadap produk maka akan meningkatkan permintaan
akan produk. Inovasi produk dilakukan untuk menarik konsumen membeli produk.
2.
Ciri-Ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan Permintaan dan
Penawaran
Suatu
peluang usaha atau gagasan tentang kemungkinan ekonomi suatu kegiatan bisnis
harus selalu diikuti oleh potensi pasar yang menjanjikan sehingga roda usaha
dapat berjalan dan memberikan keuntungan yang diharapkan. Potensi pasar dapat
dianalisis melalui pendekatan permintaan dan penawaran.
a) Pendekatan
Permintaan
Pendekatan
permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum
sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan.
Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk
belanja pakaian. Artinya, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian
sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin
dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal. Jadi, di desa ini
terdapat peluang usaha untuk menyediakan pakaian sesuai kebutuhan masyarakat
desa. Begitupula dengan tempat hiburan yang belum sepenuhnya dapat dinikmati
oleh masyarakat di pedesaan.
b) Pendekatan
Penawaran
Pendekatan
penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang,
memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai
mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya. Misalnya, seorang
wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing, dengan kualitas
genteng yang bersaing tersebut, lalu apakah berarti para calon konsumen,
developer, pemborong pembangunan rumah dan sebagainya kira-kira berminat
membeli, sebab harga genteng produksi wirausaha ternyata lebih mahal
dibandingkan genteng dengan kualitas yang sama di pasaran saat ini. Apakah
konsumen mempunyai daya beli berminat untuk membeli genteng yang lebih mahal
dengan kualitas sama atau membeli genteng yang harganya sama dengan kualitas
yang baik. Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi
banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.
3.
Strategi Pasar Ceruk
Pasar
ceruk merupakan bagian yang sangat kecil dari keseluruhan pasar. Perusahaan
melayani kebutuhan spesifik pelanggan, yang mana berbeda dengan pelanggan pada
umumnya.
Karena
ukuran pasar relatif kecil, skala ekonomi rendah. Sehingga, perusahaan sulit
untuk mengambil keuntungan yang lebih tinggi dengan meningkatkan volume
penjualan. Sebaliknya, mereka biasanya mengandalkan pemasaran terdiferensiasi
untuk menghasilkan keuntungan. Mereka mengembangkan produk yang unik di mana
konsumen bersedia membeli pada harga yang lebih tinggi. Jika sukses, mereka
memperoleh margin keuntungan per unit yang tinggi.
Strategi
pasar ceruk:
Dalam
strategi generik nya, Porter membagi cara perusahaan mengejar keunggulan
kompetitif menjadi tiga:
1.
Strategi kepemimpinan biaya
2.
Strategi diferensiasi
3.
Strategi fokus
Kepemimpinan
biaya dan diferensiasi menargetkan pasar utama, di mana ada banyak pelanggan.
Di bawah kepemimpinan biaya, perusahaan fokus pada mengurangi biaya operasi
untuk mencapai keuntungan yang tinggi. Mereka berusaha untuk beroperasi pada
efisiensi tinggi untuk setiap tahapan rantai nilai.
Misalnya,
perusahaan mengandalkan produksi massal untuk mencapai skala ekonomi yang lebih
tinggi. Untuk melakukannya, mereka menargetkan pasar massal sehingga dapat
menjual produk pada volume yang tinggi.
4.
Ciri-ciri Produk yang Marketable untuk Ekspor
Ciri-ciri produk yang laku di pasar ekspor, yaitu :
a. Produk tersebut memiliki umur ekonomis yang cukup lama.
Semakin lama umur atau usia penggunaanya akan semakin baik bagi konsumen.
Misalkan, dengan membeli sepatu dengan harga Rp 30.000 seorang konsumen cukup
tahu diri bahwa sepatu tersebut bisa bertahan 3 bulan saja sudah bersyukur,
namun ternyata sudah 6 bulan lebih sepatu tersebut masih layak digunakan, maka
produk tersebut sudah sangat memenuhi kriteria handal yang pertama.
b. Apabila produk tersebut mengalami kerusakan mudah diperbaiki.
Mudah di sini, bisa berarti mudah dicari komponennya yang rusak, karena banyak
dijumpai di berbagai toko yang ada, maupun mudah dalam memperbaikinya. Sebagai
contoh, sebuah produk kursi yang rusak karena bautnya patah, konsumen dengan
mudah membeli baut pengganti di banyak toko serta dapat memperbaikinya sendiri,
atau kalaupun minta tolong orang, dengan mudah menemukan orang atau bengkel
yang bisa memperbaiki kursi tersebut.
c. Kerusakan salah satu komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi
utama produk tersebut.
Sebagai contoh produk inovatif ’sandal boneka’. Produk tersebut dikatakan
handal apabila misalnya karena suatu sebab hiasan bonekanya lepas atau rusak,
sandal tersebut tetap bisa dan pantas digunakan
Komentar
Posting Komentar